Vaksin Astrazeneca Untuk Diy Tak Masuk Yang Disetop Kemenkes

Written by Average on February 12, 2021 in Cara Mengatasi Covid with no comments.

Karena itu, Asrorun mengatakan kebolehan penggunaan Vaksin AstraZeneca tak akan berlaku lagi, jika lima alasan itu hilang. Efikasi vaksin dengan dua dosis standar hingga pemantauan 3 bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen, sesuai dengan standar WHO minimal 50 persen. Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menjelaskan secara umum vaksinasi digunakan untuk menimbulkan antibodi terhadap virus Sars-Cov2. Vaksin itu dibuat dengan virus yang sudah diinaktivasi atau komponen virus Sars-Cov2 yang dipindah ke virus lain, yakni adenovirus. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia sendiri mendesak dunia agar tetap menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Rekomendasi yang sama juga dikeluarkan oleh regulator Eropa dan Inggris.

Jadi hukum haram tidak hanya dipandang dari kandungan bendanya, tetapi juga pada proses maupun manfaatnya,” tuturnya. MUI juga menyadari bahwa pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun di tingkat global. “Sama dengan vaksin AstraZeneca ya, jadi memang ada kandungan tripsin dari babi, sehingga hukumnya haram, namun demikian bisa digunakan karena dalam kondisi darurat,” kata Hasanuddin dikutip dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), Senin 3 Mei 2021.

Kendati demikian, Asrorun juga rekomendasikan pemerintah untuk mengupayakan keberadaan vaksin Covid-19 yang aman dan halal. Harry menulis kata pengantar dalam buku yang ditujukan untuk anak-anak dari tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat pandemi. Dia pun memastikan vaksinasi Covid-19 tetap dilangsungkan sesuai jadwal.

Dia juga kemudian menjelaskan 5 kaidah yang menjadi pertimbangan dalam menentukan halal dan haramnya suatu vaksin. Kaidah-kaidah ini beliau sarikan dari berbagai dalil yang ada di dalam Al-Quran dan Hadist. Anda harus memastikan Anda memegang lisensi untuk merepublikasi foto-foto di artikel kami. Beberapa foto, seperti yang berasal dari penyedia komersial, tidak membolehkan foto mereka direpublikasi tanpa izin atau tanpa pembayaran. Syarat hak cipta pada umumnya dicantumkan di keterangan foto dan atribusi. Anda dipersilakan mencabut foto atau menggantinya dengan milik Anda sendiri.

Pertama karena ada kebutuhan mendesak, terdapat keterangan ahli yang kompeten terhadap risiko virus. Ketiga, ketersediaan vaksin halal masih terbatas, vaksin memiliki jaminan keamanan penggunaan dari pemerintah. Dan terakhir pemerintah tidak memiliki opsi lain vaksin yang lebih suci. Ketua Fatwa MUI, Hasanuddin Abdul Fatah menerima laporan pada tahap penyiapan inang virus yang diambil dari sebagian virus Sars-Cov-2, penyebab Covid-19 terdapat tripsin babi.

Dossier merupakan dokumen yang berisi bahan lengkap terkait Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca. Dossier tersebut didapatkan MUI setelah melakukan audit dokumen di BPOM. Namun, jika lima alasan tersebut hilang, maka kebolehan penggunaan vaksin AstraZeneca tidak berlaku.

“Jadi untuk melepas, setelah selnya lepas sudah tidak perlu tripsin. Karena tripsin ini kalo kelamaan bersama-sama dengan sel, selnya malah mati,” tutur dia. Dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung itu menjelaskan, tripsin hanya digunakan untuk memperbanyak sel. “Itu adalah enzim yang mirip dengan aktivitas tripsin dan dari jamur yang dibuat dengan cara rekombinan,” ujar Anita. Malah Anita menegaskan jika vaksin Covid-19 AstraZeneca menggunakan enzim yang berasal dari jamur.

Penny mengatakan, vaksinasi Covid-19 tidak akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan hal lain. Kesakitan dan kematian karena penyebab lainnya, kata dia, akan terus terjadi walaupun telah divaksinasi. “Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” tegasnya. Vaksinasi dengan AstraZeneca pun akan tetap berlanjut, tetapi menggunakan kumpulan produksi lain, CTMAV516, yang sekarang tersisa 3.000 dosis. Penyuntikan dosis kedua AstraZeneca seharusnya dimulai pekan ini sejak digunakan di Sulut pada Maret 2021. Saat itu, rentang waktu pemberian dosis pertama dan kedua hanya dua bulan.

Vaksin Astrazeneca babi

Menyusul hal itu, Majelis Ulama Indonesia juga mengeluarkan fatwa atas vaksin AstraZeneca. Ternyata, dari hasil fatwa tersebut, vaksin AstraZeneca mengandung enzim babi. Aluicia Anita Artarini mengatakan bahwa vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca tidak mengandung tripsin hewani, melainkan tripsin enzim yang menyerupai jamur. Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19.

Meski ada unsur babi atau kandungan haram lainnya, bisa jadi halal karena kondisi keterbatasan vaksin. Hingga nanti akhirnya ditemukan vaksin yang terbuat dari bahan yang suci. “Saat nanti ditemukan vaksin dengan tripsin sapi atau standing pandemi Covid-19 berubah jadi endemi saja, barulah dapat dikatakan kedaruratan masalah sudah lewat,” katanya. Bogor – Berdasarkan hasil kajian dokumen yang dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia terhadap penggunaan bahan asal babi pada proses pembuatan COVID-19 AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Biosicience Co. Ltd., Korea, disimpulkan bahwa vaksin ini menggunakan tripsin asal babi pada proses pembuatannya.

Comments are closed.