Pro Kontra Efek Samping Vaksin Astrazeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Ini Penjelasan Bpom

Written by Average on February 10, 2021 in Cara Mengatasi Covid with no comments.

“Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi. EMA telah menilai secara menyeluruh information tentang kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin dan merekomendasikan pemberian izin pemasaran bersyarat untuk orang yang berusia 18 tahun ke atas. Merujuk hasil evaluasi khasiat, pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat merangsang pembentukan antibodi baik populasi dewasa maupun lansia. Setelah penyuntikan dosis kedua, populasi dewasa dengan rentang usia tahun, antibodinya akan mengalami peningkatan 32 kali.

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

Indonesia, akan tetap melakukan program vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca menyusul sejumlah negara yang lebih dulu menerbitkan penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA). Misalnya, Inggris, Uni Eropa, Saudi Arabia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Maroko, Pakistan, hingga Mesir. Efek samping yang dilaporkan ringan hingga sedang, seperti nyeri saat ditekan , kemerahan, gatal, hingga pembengkakan. Sementara reaksi sistemik, efek sampingnya seperti, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, dan muntah.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, hasil investigasi terbaru Komisi Nasional KIPI dan Komda KIPI DKI Jakarta, belum dapat menentukan penyebab kematian penerima vaksin dan membutuhkan investigasi lanjutan. “Bahwa gangguan pembekuan darah sebetulnya secara alami cukup tinggi, dan dengan adanya vaksinasi tidak menambah. Kalau dia disebabkan oleh vaksin pasti angka kejadiannya akan naik, ini tidak terjadi, kemudian bagaimana pun juga kita harus pantau hal ini, kita harus berhati-hati memantau secara serius, berkala. Ketua Komite Nasional Pengkajian dan PenanggulananKejadian Ikutan Pasca Imunisasi Hindra Irawan Safari mengatakan tiga kasus kematian itu dilaporkan dua di Jakarta dan satu di Ambon, Maluku. Dua kasus, yaitu pria berusia 60 tahun di Jakarta dan pria 45 tahun di Ambon dinyatakan tak terkait dengan pemberian vaksin AstraZeneca.

EMA tetap menekankan bahwa manfaat vaksinasi dengan Vaxzeria tetap lebih besar. Sementara di Prancis, vaksin AstraZeneca direkomendasikan untuk orang yang berusia 55 tahun ke atas. Di sisi lain, BPOM juga menginvestigasi aspek toksisitas dan sterilistas, salah satu batch vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia. Namun, Pemerintah menegaskan batch atau produksi lain dari vaksin AstraZeneca tetap dilanjutkan alias tidak dihentikan.

Hal ini terjadi setelah seorang pemuda dikabarkan meninggal setelah mendapat vaksin AstraZeneca. Sebelumnya, dampak ikutan vaksinasi Covid-19 dari AstraZeneca juga ditemukan di Sulawesi Utara, dan penggunaannya sempat dihentikan sementara. Setelah dilaporkan oleh Komnas KIPI, efek sampingnya masih dalam tahap ringan seperti demam, menggigil dan pegal, sehingga vaksinasi AstraZeneca pun kembali dilanjutkan. Vaksin mRNA-1273 dari perusahaan Moderna AS, pada prinsipnya sangat mirip dengan vaksin BioNTech/Pfizer. Setelah dilakukan vaksinasi, muncul laporan efek samping berupa reaksi alergis.

Comments are closed.