Mui Nyatakan Vaksin Astrazeneca Haram Karena Mengandung Babi, Tapi Tetap Bisa Dipakai

Written by Average on February 13, 2021 in Cara Mengatasi Covid with no comments.

“SADS-CoV berasal dari kelelawar coronavirus yang disebut HKU2, yang merupakan kelompok virus heterogen dengan sebaran di seluruh dunia,” kata Edwards. Bukti dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa berbagai macam sel mamalia, termasuk paru-paru manusia primer dan sel usus, rentan terhadap infeksi. Menurut Edwards, SADS-CoV menunjukkan tingkat pertumbuhan sel usus yang lebih tinggi yang ditemukan di usus manusia, tidak seperti SARS-CoV-2, yang terutama menginfeksi sel paru-paru. Vaksinasi dengan AstraZeneca pun akan tetap berlanjut, tetapi menggunakan kumpulan produksi lain, CTMAV516, yang sekarang tersisa 3.000 dosis. Penyuntikan dosis kedua AstraZeneca seharusnya dimulai pekan ini sejak digunakan di Sulut pada Maret 2021.

Dan tidak jelas manfaat suatu vaksin apalagi jika mudaratnya jauh lebih besar. Jadi hukum haram tidak hanya dipandang dari kandungan bendanya, tetapi juga pada proses maupun manfaatnya,” tuturnya. “Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” sambungnya. Namun, berbeda dengan fatwa MUI pusat, justru MUI Jawa Timur menyatakan bahwa standing hukum vaksin AstraZeneca adalah halal. Ketua MUI Jawa Timur menjelaskan sebuah metafora kehalalan vaksin AstraZeneca seperti menanam pohon yang diberi pupuk dari kotoran hewan najis. Kemudian, buah yang dihasilkan pohon tersebut hukumnya suci untuk dimakan.

Vaksin Sinovac babi

Hal itu disampaikan Menag Yaqut seusai memantau langsung proses bongkar muat 15 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac, Menag memastikan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac halal dan suci sesuai dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia . Namun dalam kondisi yang sangat mendesak akibat pandemi dan tidak mencukupi jika menggunakan vaksin Sinovac yang halal karena keterbatasan vaksin yang tidak memadai. Sehingga MUI memutuskan vaksin Covid-19 AstraZeneca hukum penggunaan vaksinnya mubah atau boleh digunakan untuk program vaksinasi.

Untuk pendaftaran lebih dari satu bisa dilakukan namun harus mengulang proses pendaftaran dari Halaman Utama aplikasi Good Doctor atau GrabHealth. Data peserta berikutnya bisa kembali diisi pada formulir registrasi daring aplikasi kami. Mohon memeriksa kembali ketentuan persyaratan vaksinasi di area yang Anda akan ikuti karena dapat berbeda dengan syarat pelaksanaan space lainnya. Klikwarta.com dalam penyajiannya mengemban fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Situs berita terikat oleh undang-undang dan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari. Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait pemberhentian vaksin AstraZeneca.

Uji klinik fase three yang dilakukan di Bandung menunjukkan bahwa Sinovac memiliki tingkat efikasi mencapai sixty five,3 persen. Sementara dalam uji klinik di Turki dan Brazil, efikasi vaksin Sinovac mencapai 91,25 persen dan seventy five persen. Sinovac disuntikkan pada penerima dalam dua dosis dengan rentang waktu 14 sampai 29 hari. Perusahaan juga menyampaikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa satu dosis vaksin buatannya bisa mengurangi risiko rawat inap hingga ninety four persen pada orang dalam semua kelompok umur, termasuk mereka yang berusia eighty tahun ke atas. Tentu, lanjut dia, ada kekhawatiran di masyarakat namun dirinya meyakini pemerintah pusat tidak akan sembarangan dalam menentukan jenis vaksin hingga sumbernya, dengan melalui proses penelitian, pencermatan yang panjang. Di tengah masih berpolemiknya persoalan halal dan haram vaksin Covid-19 AstraZeneca, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut mereka mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

Menurut laporan LPPOM MUI yang disampaikan pada Komisi Fatwa MUI bahwa pada tahap penyiapan inang virus vaksin AstraZeneca ini terdapat penggunaan bahan dari babi berupa tripsin yang berasal dari pankreas babi. Sehingga disimpulkan vaksin covid-19 produk AstraZeneca hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari pankreas babi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian masyarakat adalah soal kehalalan.

Comments are closed.