Alasan Lansia Perlu Rentang 28 Hari Untuk Vaksinasi Covid

Written by Average on February 15, 2021 in Cara Mengatasi Covid with no comments.

Riwayat sakit epilepsi, vaksinasi dapat diberikan tentunya dalam keadaan terkontrol dan tidak dalam keadaan serangan. Untuk penyandang diabetes melitus yang minum obat teratur, vaksinasi dapat langsung diberikan tanpa harus menyertakan angka HBA1C. Juga orang dengan HIV-AIDS yang minum obat teratur bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Vaskin covid untuk manula

Efikasi vaksin Sinovac untuk lansia pada uji klinis ini bahkan mencapai 98%. Dikutip dari laman Covid19.go.id, saat ini 7 juta vaksin sudah siap untuk didistribusikan dan akan segera sampai di 34 provinsi. Di Jawa dan Bali mendapatkan kurang lebih 70% dari proporsi vaksin yang ada saat ini. Vaksinasi untuk lansia akan dimulai di ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, dengan prioritas awal di Jawa dan Bali. Pertanyaan ini untuk memastikan kondisi lansia tersebut sehat dan layak untuk mendapat suntikan vaksin. Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.

“Lansia merupakan kelompok rentan karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia,” kata juru bicara Satgas Covid-10 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021. “Itu agar bisa memberikan efek vaksin yang maksimal dan memperkecil risiko terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang serius,” tambah dia. Iris mengingatkan, mereka yang belum divaksinasi atau yang telah mendapatkannya tetap menjalankan protokol kesehatan 5M yakni mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Vaksin yang diberikan antara dua kategori usia ini sama yakni Sinovac dengan dosis 0,5 ml IM yang dimasukkan ke dalam otot melalui suntikan. “Itu juga agar bisa memberikan efek vaksin yang maksimal dan memperkecil risiko terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang serius,” pungkasnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah masih mengkaji berbagai hal teknis terkait program vaksinasi. Namun, mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi, maka pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Kelompok lansia cenderung memiliki berbagai penyakit penyerta atau komorbid yang harus diperhatikan dalam penggunaan vaksin ini.

Kemudian menjaga tubuh agar tidak dapat terinfeksi oleh serangan virus, bakteri dan kuman. pre-screening melalui JAKI, usahakan kamu bisa melakukan vaksinasi sesuai jadwal dan lokasi yang sudah ditentukan. Namun, kamu harus memperhatikan mekanisme berikut saat berada di lokasi vaksinasi, ya. Sekitar 131 ribu dosis vaksin diperlukan untuk memenuhi kuota goal ninety persen.

“Jadi BPOM tepat sekali mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk lansia ya. Dan itu mestinya dulu-dulu kalau bisa, tapi ya cuman kan bukti ilmiahnya mungkin belum ada ,” kata Windu kepada DW, Selasa (9/2). “Selalu kami ingatkan untuk kita semua mendorong, membantu, mengajak para lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi,” kata Nadia seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency. Namun sejauh ini, efek samping yang ditimbulkan belum ketahap yang lebih serius.

Kalaupun punya riwayat komorbid, ketiak divaksin ya harus sehat dan stabil. “Bagi usia rentan malah baik dilakukan vaksinasi supaya tidak gampang terkena COVID-19 juga,” katanya. Sementara disinggung terkait cakupan vaksinasi, Didik mengatakan dari target 2.744 nakes, vaksin Covid-19 sudah diberikan ke 2.369 nakes. Pihaknya juga membenarkan one hundred lebih nakes harus ditunda pelaksanaan vaksinnya, karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Menurut dr. Iqbal, vaksin Sinovac belum dapat diberikan pada lansia yang mengalami hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kronis, serangan jantung, gagal jantung , nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke ataupun gagal ginjal. Berangkat dari temuan tersebut, pemerintah Indonesia telah menyetujui pemberian vaksin Sinovac untuk lansia.

Comments are closed.